Jumat, 30 Maret 2012

Metode Ilmiah untuk Memecahkan Permasalahan Biologi


       1.     Judul                         :  Metode Ilmiah untuk Memecahkan Permasalahan Biologi
 2.         Tujuan Praktikum      : 1. Mahasiswa mampu menjelaskan prosedur/metode ilmiah
     yang digunakan dalam memecahkan persoalan biologi
2.  Mahasiswa dapat melakukan prosedur atau metode ilmiah
     dalam menyelesaikan persoalan biologi.

\      3.     Rumusan masalah       :      1. Bagaimana cara memecahkan masalah biologi?
  2. Sebutkan langkah-langkah metode ilmiah?
 3. Apakah pada proses respirasi diperlukan cahaya?


  4. . Landasan teori    
                   
Metode ilmiah merupakan prosedur kerja yang dilakukan para ilmuwan  dalam rangka memecahkan masalah-masalah biologi atau prosedur kerja yang dilakukan guna memperoleh kebenaran ilmiah.
Proses sainhs merupakan serangkaian langkah logis yang dilakukan oleh ilmuwan/ yang meliputi kegiatan observasi, identifikasi masalah, perumusan hipotesis, melakukan eksperimen, pencatatan dan pengolahan data, pengujian kebenaran serta menarik suatu kesimpulan. Langkah proses sains juga meliputi analisis dan sisntesis terhadap fenomena-fenomena yang diperoleh dalam penelitian, serta mengkomunikasikan temuan atau hasil penelitian.
Metode ilmiah itu beragam seperti halnya sains itu sendiri, namun ada suatu pola untuk para ilmuwan melakukan pekerjaannya. Kemajuan ilmiah dimulai dengan pengamatan. Akan tetapi, sains bukan hanya sekumpulan fakta. Tujuan sains ialah menemukan keterangan mengapa fakta itu sebgaimana adanya. Sekali suatu keterangan- betapa pum tentatif- telah tersedia, maka mulailah salah satu tahapan kerja yang paling mengasyikan. Fase itu ialah membuat ramalan tentang apa yang harus diamati, dalam keadaan yang masih harus dikaji, kalau keterangan tersebut abash. Jika segala sesuatu berjalan dengan baik, ramalan itu ternyata benar, dan tibalah saatnya mengemukakan kepada masyarakat ilmiah apa-apa yang telah dilakukan dan ditemukan. Kemudian kita terdiam sejenak, menunggu kalau-kalau ada peneliti lain yang mampu memperkuat penemuan kita. Jika  mereka mampu (dan acap kali sekalipun mereka tidak dapat), maka langkah berikutnya ialah meneruskan kerja kita dengan pengamatan baru dan secara terus menerus meninjau kembali memperluas lagi keterangan-keterangan tadi. Pada proses respirasi cahaya mempengaruhi rata-rata pernafasan. 

     5.    Alat dan Bahan
      Alat:
1.      Respirometer ganong dan statif
2.      Timbangan
3.      Corong gelas
4.      Penunjuk waktu
Bahan:
1.      Kecambah kacang hijau
2.      Eosin
3.      Vaselin
4.      Kapas
5.      NaOH 10%
6.      Air

6.      Cara kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      timbanglah 10 gram kecambah kacang hijau
3.      masukan eosin ke dalam pipa respirometer dan masukan kecambah ke dalam tabung respirometer dan memutar ke dua sumbunya sampai kedua lubang berhadapan.
4.      Kemudian mengatur permukaan eosin dalam pipa pada skala 20 dengan jalan menaikan dan menurunkan pipa.
5.      Setelah itu di dalam tabung juga diletakan kapas yang sudah dibasahi larutan NaOH 10% dan ada juga yang dibasahi dengan akuades di bawah kacang hijau.
6.      Kemudian kapas yang sudah dibasahi larutan NaOH 10% ini akan mengikat oksigen yang ada di dalam tabung respirometer terjadi perebutan oksigen antara larutan NaOH 10% dengan kecambah kacang hijau.
7.      Kecambah kacang hijau tidak bisa mengikat oksigen yang dibebaskan olah larutan NaOH 10%, karena yang diperlukan kecambah kacang hijau adalah oksigen bebas, bukan oksigen yang terikat sehingga lama-kelamaan oksigen yang ada di dalam tabung respirometer habis dan akhirnya oksigen yang diluar akan tertarik masuk ke dalam tabung respirometer melalui selang karet.
8.      Masuknya oksigen dari luar ditandai dengan naiknya larutan eosin yang dimasukan ke dalam pipa kaca.
9.      Praktikum kali ini mengamati perspirasi yang terjadi pada kecambah kacang hijau segar, yang dilakukan sebanyak dua kali dengan perlakuanm yang berbeda.
10.  Pada perlakuan yang pertama, kapas dibasahi dengan larutan NaOH 10%.
11.  Sedangkan pada perlakuan kedua, kapas dibasahi dengan akuades.



7.      Hasil pengamatan
Percobaan I Larutan NaOH
No.
Waktu
Skala
Keterangan
1.
0-5     menit
0.045 / 4 strip
Berespirasi
2.
5-10   menit
-
Tidak berespirasi
3.
10-15 menit
-
tidak berespirasi
4.
15-20 menit
-
Tidak berespirasi
5.
20-25 menit
-
Tidak berespirasi
6.
25-30 menit
-
Tidak berespirasi

Percobaan II akuades
No.
Waktu
Skala
Keterangan
1.
0-5     menit
7 strip
berespirasi
2.
5-10   menit
-
Tidak berespirasi
3.
10-15 menit
-
Tidak berespirasi
4.
15-20 menit
-
Tidak berespirasi
5.
20-25 menit
-
Tidak berespirasi
6.
25-30 menit
-
Tidak berespirasi

8.      Pembahasan
Pada  praktikum ini kita telah mengamati proses respirasi pada kecambah kacang hijau. Alasan mengapa bahan yang digunakan adalah kecambah kacang hijau, karena tumbuhan ini merupakan suatu organisme yang walaupun ia masih belum berkembang dengan  sempurna tetapi sudah bisa melakukan pernapasan, hal ini terbukti dari hasil percobaan yang telah diamati dimana kecambah kacang hijau sebagai bahan percobaan mampu melakukan respirasi.
Kecambah melakukan pernapasan untuk mendapatkan energy yang dilakukan dengan melibatkan oksigen (O2) sebagai bahan yangh diserap/diperlukan dan menghasilkan gas karbon dioksida (CO2), air (H2O) dan sejumlah energi.
Pada dasarnya, proses respirasi bertujuan untuk mendapatkan energy yang digunakan dalam proses metabolism dan proses pertumbuhan serta perkembangan untuk menjadi sebuah tanaman dewasa. Semakin besar suatu tanaman, maka makin besar pula kebutuhan akan energy sehingga dalam respirasinya memerlukan oksigen yang banyak pula.
Pada pengamatan ini digunakan alat yang disebut respirometer, alat ini berfungsi untuk mengukur jumlah oksigen yang diperlukan dalam respirasi.
Pada kapas yang dibasahi dengan akuades, terlihat permukaan air pada alat respirometer ganong menjadi turun maka nilainya positif karena adanya O2 yang merupakan penguraian dari H2O selain H2 yang membantu kecambah dalam respirasi. Dan pada perlakuan keduan, permukaan air pada respirometer ganong menjadi naik berarti nilainya negative karena terdapat NaOH yang apabila bereaksi dengan CO2 akan menghambat respirasi pada kecambah. Hal ini dapat terjadi karena NaOH lebih bersifat basa jika dibandingkan dengan akuades.
Factor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi suatu organism antara lain: umur/usia organism tersebut, bobot dari kegiatan yang dilakukan, ukuran organisme itu sendiri, keadaan lingkungan sekitar, serta cahaya juga mempengaruhi rata-rata pernapasan. Untuk mengetahui bahwa kecambah kacang hijau melakukan respirasi atau tidak, maka kita mengamati tabung respirometer. Jika kecambah kacang hijau dalam tabung berespirasi maka kita akan menemikan uap air yang menempel dalam tabung respirometer, tetapi jika tidak ada upa iar artinya kecambah kacang hijau tidak berespirasi. Adanya indikator respirasi karena dalam proses respirasi akan dilepaskan karbon dioksida dan uap air. Dalam pengamatan ini kita harus lebih teliti dalam mengoleskan vaselin pada sumbat, jangan sampai ada rongga udara yang masih terbuka karena hal ini dapat mengganggu pengamatan.
Respirasi aerob pada pengukuran respirasi kecambah berarti diperlukan oksigen dan dihasilkan CO2 sama energy. Sedangkan respirasi anaerob berartti respirasi dengan kadar oksigen yang kurang atau tidak dan dihasilkan senyawa selain CO2 seperti alcohol, asetildehida atau asam asetat dengan sedikit energy. Adapun persamaan reaksi dari respirasi + KOH adalah:

C6H12O6 + NaOH à C2H5OH + 2CO2 + K + ENERGI

Respirasi aerob pada pengukuran respirasi kecambah berarti diperlukan oksigen dan dihasilkan CO2 serta energy. Sedangkan respirasi anaerob berarti respirasi dengan kadar oksigen yang kurang atau tidak dan dihasilkan senyawa selain CO2 seperti alcohol, asetildehida, atau asam asetat dengan sedikit energy. Laju respirasi dapat diketahui dari waktu yang digunakan kecambah kacang hijau untuk menarik eosin, sedangkan banyaknya oksigen yang diperlukan selama proses respirasi dapat diketahui dari sejauh mana eosin naik. Kecambah kacang hijau menarik eosin dalam dua tahap. Tahap pertama adalah kenaikan eosin secara lambat. Kenaikan ini terjadi, sejauh 5 strip pada skala respirometer dengan menggunakan eosin saja dan skala awal 0. Sedangkan pada tahap kedua, yaitu tahap yang menggunakan eosin NaOH 10% terjadi kenaikan 7 strip pada skala respirometer dengan awal skala pertama 0.

9.      Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah:
1.      Dari hasil respirasi menghasilkan karbondioksisa, air dan sejumlah air.
2.      Pada respirasi kecambah bernilai positif dengan akuades eosin berada pada 5 strip sedangkan dengan KOH bernilai negative 7 strip.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar